"Tak lagi melakukan kebiasaan yang sehat memiliki dampak negatif yang terukur pada arteri koroner mereka,"
JAKARTA— Menurut studi terbaru dari Northwestern Medicine, orang dewasa
berusia 30 dan 40 tahun yang tak lagi melakukan pola hidup tak sehat
dapat membalikkan perkembangan alami penyakit arteri koroner.
"Belum terlambat. Jika saat muda Anda melakukan kebiasaan yang tak
sehat, bukan berarti Anda sudah tamat. Anda masih bisa membuat perubahan
yang bermanfaat bagi jantung," ujar Ketua Penelitian Bonnie Spring.
Para ilmuwan juga menemukan orang yang berhenti melakukan kebiasaan
sehat lalu beralih ke kebiasaan yang lebih buruk seiring bertambahnya
usia, maka akan mengalami kerugian yang terukur atas kondisi arteri
koroner.
"Jika kau tidak mengikuti gaya hidup sehat, kau akan
melihat bukti-bukti risiko penyakit jantung," kata Bonnie Spring,
profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg
School of Medicine itu.
Para ilmuwan meneliti perilaku gaya
hidup sehat, kalsifikasi, dan penebalan arteri koroner pada lebih dari
5.000 orang partisipan. Mereka turut dalam studi Coronary Artery Risk
Development in Young Adults (CARDIA).
Responden penelitian
berusia 18 hingga 30 tahun, dan dilakukan kembali pada 20 tahun
setelahnya. Pada awal studi, hanya kurang dari 10 persen partisipan
yang melaporkan dirinya melakukan perilaku gaya hidup sehat, seperti
tidak menjadi gemuk, tidak merokok, aktif secara fisik, dan diet sehat.
Namun, pada 20 tahun kemudian, sekitar 25 persen melaporkan telah
menambahkan setidaknya satu perilaku gaya hidup sehat. Juga, 40 persen
dari para partisipan ini justru tak lagi melakukan sejumlah perilaku
gaya hidup sehat lalu beralih ke perilaku yang lebih buruk seiring
bertambahnya usia mereka.
"Tak lagi melakukan kebiasaan yang sehat memiliki dampak negatif yang terukur pada arteri koroner mereka," kata Spring.
"Setiap penurunan faktor gaya hidup sehat menyebabkan kemungkinan lebih
besar terdeteksinya kalsifikasi arteri koroner dan penambahan ketebalan
intima-media," tambahnya. (Antara)